Kesabaran nenek ini perlu jadi teladan bagi seluruh orang. Namanya Meliah Md Diah, dirinya penduduk Kampung Bukit Nambua, Kuala Nerang, Kedah, Malaysia. Walaupun usianya telah 101 th, tapi nalurinya sbg ibu menciptakan beliau tidak sempat mengeluh utk tetap merawat anak lelakinya, Abdur Rahman (63).
Bukan hal yang mudah bagi nenek Meliah ini dalam merawat sang buah hati. Bukan saja kerena fisiknya yg sudah renta dimakan umur, namun keadaan fisik sang anak pula membuatnya sulit dalam merawat. Abdur Rahman meyandang cacat, beliau tidak dapat berbicara, berjalan, & bergerak secara normal.
Tetapi, kecintaan nenek Meliah pada anaknya sudah mengalahkan seluruhnya keadaan yg tidak enteng itu. "Saya tidak merasa terbebani lantaran menjaga beliau, dari dahulu mandi, makan, gunakan pakaian seluruhnya aku yg menolong. Jika boleh, aku dapat jaga dirinya selamanya, tidak ingin berangkat ke mana-mana, hidup bersama beliau saja," menurutnya seperti dikutip brilio.net dari Bernama, Senin (11/5). Doa senantiasa dirinya panjatkan terhadap Allah agar konsisten dikasih kesehatan & dipanjangkan umurnya supaya sanggup menjaga anak kesayangannya itu.
Menurut nenek Meliah, sbg seseorang ibu, dirinya tidak sempat menyesalkan nasib yg menimpanya lantaran mesti merawat anaknya yg tidak sempurna. Dia konsisten bersyukur bersama karunia & cobaan yg melanda.
Cucu saudara Meliah, Siti Jaleha Yunus (59) mengungkapkan, walaupun ingatannya makin melemah lantaran perihal umur, Nenek Meliah tidak sempat melupakan gerakan teratur yg mesti dilakukan utk anaknya. "Kalau waktunya makan ia bakal beri makan anaknya. Demikian pun kala tiba ketika mandi, dia dapat memandikan anaknya," jelas Jaleha.
Menurut Jaleha, dia dengan keluarga konsisten memperhatikan nenek Meliah & Abdul Rahmad dalam beragam factor. Mereka sediakan makanan buat nenek Meliah & Abdul Rahman dikarenakan nenek Meliah tidak lagi bisa memasak seperti dahulu.
Suami nenek Meliah sudah meninggal 20 tahu dulu, anak cowok & satu anak perempuannya pun sudah meninggal disaat masih muda. Nenek lanjut usia itu sekarang ini tidak memiliki pendapatan, dia bergantung terhadap pertolongan bulanan RM450 atau senilai Rp 1.627.650 dari Dinas Zakat Negara Kedah & RM300 atau senilai Rp 1.085.100 dari Dinas Kebajikan Penduduk.
Tetapi, kecintaan nenek Meliah pada anaknya sudah mengalahkan seluruhnya keadaan yg tidak enteng itu. "Saya tidak merasa terbebani lantaran menjaga beliau, dari dahulu mandi, makan, gunakan pakaian seluruhnya aku yg menolong. Jika boleh, aku dapat jaga dirinya selamanya, tidak ingin berangkat ke mana-mana, hidup bersama beliau saja," menurutnya seperti dikutip brilio.net dari Bernama, Senin (11/5). Doa senantiasa dirinya panjatkan terhadap Allah agar konsisten dikasih kesehatan & dipanjangkan umurnya supaya sanggup menjaga anak kesayangannya itu.
Menurut nenek Meliah, sbg seseorang ibu, dirinya tidak sempat menyesalkan nasib yg menimpanya lantaran mesti merawat anaknya yg tidak sempurna. Dia konsisten bersyukur bersama karunia & cobaan yg melanda.
Cucu saudara Meliah, Siti Jaleha Yunus (59) mengungkapkan, walaupun ingatannya makin melemah lantaran perihal umur, Nenek Meliah tidak sempat melupakan gerakan teratur yg mesti dilakukan utk anaknya. "Kalau waktunya makan ia bakal beri makan anaknya. Demikian pun kala tiba ketika mandi, dia dapat memandikan anaknya," jelas Jaleha.
Menurut Jaleha, dia dengan keluarga konsisten memperhatikan nenek Meliah & Abdul Rahmad dalam beragam factor. Mereka sediakan makanan buat nenek Meliah & Abdul Rahman dikarenakan nenek Meliah tidak lagi bisa memasak seperti dahulu.
Suami nenek Meliah sudah meninggal 20 tahu dulu, anak cowok & satu anak perempuannya pun sudah meninggal disaat masih muda. Nenek lanjut usia itu sekarang ini tidak memiliki pendapatan, dia bergantung terhadap pertolongan bulanan RM450 atau senilai Rp 1.627.650 dari Dinas Zakat Negara Kedah & RM300 atau senilai Rp 1.085.100 dari Dinas Kebajikan Penduduk.
sekian kisah ibu yang 101 tahun ini merawat anaknya sampai umur 63 tahun, semoga dapat memberi hikman buat kita semua, Amin.. amin ya rabbal 'alamin

0 comments:
Post a Comment