Saturday, 23 January 2016

ANDA AKAN MERINDING KALAU MEMBACA PENUTURAN JURU RAWAT INI, BANTU BAGIKAN

Sebuah disaat ada seseorang Jururawat (perawat) yg sedang menangani salah satu orang pasien di hunian sakit. Dalam menjalankan tugasnya, Jururawat mengupayakan berikan yg paling baik buat pasien-pasiennya. Satu Buah hri, salah satu pasien itu bertanya-tanya pada Jururawat.

JURU RAWAT

Pasien : "Abang jururawat, seneng ya kerja di hunian sakit ? Telah lama ya kerja di sini ?"

Jururawat :  "lumayanlah. ada senang & dukanya Namun, sewaktu 5 th kerja di sini, sanggup tidak sedikit pengalaman yg berkesan yg orang luar sana takkan mengetahuinya

Pasien : "Apa yg menyenangkan? Perawat2nya cantik2 ya ?"
Jururawat : "Bukan. Itu biasa saja. Ada lagi yg lebih mengesankan
Pasien : "Wah, apa itu?"

Jururawat : "Di sini tiap-tiap hri aku tonton pasien wafat dunia. Kerja aku ngurusi kencing & berak mereka, bersihkan mereka hingga ke urusan jenazah.

→ Apa yg aku perhatikan sepanjang aku bekerja di RS ini, betapa ramainya di antara mereka yg telah wafat..sebelum wafat meminta-minta apakah ada dari keluarga ahli waris atau jururawat yang bawa kitab Al-Quran.

→ Ada yg gak sanggup baca Al-Quran, ada yg suruh kami bacakan. Ada serta yg tak pernah sentuh Al-Quran, tidak pernah baca Al-Quran, Allah sudah membawa nyawa mereka.
Disaat dibacakan Al-Quran terhadap mereka, berlinanganlah air mata mereka.

→Aku perhatikan betapa beberapa orang yg berada di saat2 akhir kehidupannya, sebahagian akbar mau sekali menyentuh Al-Quran. Seandainya
sanggup, inginnya mati bersama peluk Al-Quran. Pengalaman-pengalaman yg aku lalui di sini utk hati ini insaf. Sadar ttg satu aspek yg amat sangat utama."

Pasien : "Hm. Apa beliau?"
jururawat : →"Apa yg kita biasa pegang disaat kita masihlah sehat, apa yg kita biasa baca & belai kala masihlah hidup....itu jugalah yg kita dapat bisa pegang & sentuh di akhir hayat.

Bila kita senantiasa pegang telephone seluler di tangan tiap-tiap kala ..sholat tak sesuai ketika ..sepanjang diwaktu memegang Mobile Phone & sibuk gadget... bisa jadi juga di akhir hayat kita kelak...itu juga yang kita kerjakan.

Dapatkah kita sentuh & pegang Al-Quran? Sedangkan tangan kita tidak biasa pegang Al-Quran, sehari sekali juga sulit terhubung Al-Quran terlebih membaca atau mentadabburinya. yaa.. Allah ar Rahman ..ar Rahim..

Sungguh, kita telah tidak butuh hp atau gadget di akhir nyawa kita..kita teramat memerlukan Al-Quran...barulah kita sadar diwaktu itu bahwa ketika yg kita punyai telah terbuang demikian saja...... ohh...Allah..Allah..."

Pasien "(meneteskan air mata..)..mas Jururawat tolong bacakan aku Al-Quran...aku tidak sanggup baca Al-Quran..aku buta tajwid... "

Jururawat itu tersenyum. Dikeluarkan Al-Quran mini dari kantong bajunya. dulu dirinya membacakan Al-Quran terhadap pasien itu.
  • Nyaris 9 dari 10 pasien yg beragama islam yg berada di Hunian sakit itu kebanyakannya memperlihatkan wajah penuh kesedihan pun menyesal, menyesal & menyesal, kenapa tdk ambil peluang utk membaca Quran saat sehat & lapang?
  • Wajah2 ketakutan & seram apabila ambang maut jelang? naudzubillah
Aku juga sebagai penulis narasi ini tersadar juga dapat kala yg telah tersia2kan

..serta pembaca yg membaca menulis ini belum terlambat & pintu taubat luas terbuka utk kita seluruh...aamiin.
Imam Al Ghazali bicara :

Yg singkat itu - "waktu"
Yg menipu itu - "dunia"
Yg dekat itu - "kematian"
Yg agung itu - "hawa nafsu"
Yg berat itu - "amanah"
Yg susah itu - "ikhlas"
Yg gampang itu - "berbuat dosa"
Yg sulit itu - "sabar"
Yg lupa itu - "bersyukur"
Yg membakar amal itu - "mengumpat"
Yg ke neraka itu - "lidah"
Yg bernilai itu - "iman"
Yg mententeramkan hati itu - "teman sejati"
Yg ditunggu Allah SWT itu -"TAUBAT".

Klik Berbagi kalau kamu setuju bersama artikel ini.

Sumber : klikbagikan.com

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : ANDA AKAN MERINDING KALAU MEMBACA PENUTURAN JURU RAWAT INI, BANTU BAGIKAN

0 comments:

Post a Comment