Sunday, 31 January 2016

INILAH KISAH SEORANG MAHASISWI YANG MANINGGAL SESUDAH BERZ1N4

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, rabb semesta alam. Shalawat & salam teruntuk Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga & para sahabatnya.

KISAH SEORANG MAHASISWI YANG MANINGGAL

Ratna (nama samaran) (22) mati dibnuh kekasih haramnya sendiri. Mayat Ratna ditemukan penduduk dalam karung plastik gede di pinggir Sungai Cisadane, Rumpin, Bogor pada Ahad 11 Agustus dulu.

Bambang (nama samaran) (25) yaitu eksekutornya. Ia menjalin hubungan asmara dgn mahasiswi Kampus Pamulang (Unpam) semester 4 pada thn 2010 tetapi, sekian banyak bln setelah itu hubungan keduanya kandas. Dulu mereka kembali berpacaran waktu bln puasa kemarin.

Menurut pernyatan Bambang , sebelum pembnuhan itu terjadi mereka berz1n4 terlebih dulu. Seusai melakukan tindakan yg amat hina di mata agama ini, Ratna meminjam Hand Phone pacarnya tersebut & menghapus No. kontak ponselnya. Bambang juga beram. Terjadilah pertengkaran keduanya. Pertengkaran makin panas maka Bambang memutuskan hubungannya.

Ratna serta mengancam bakal menyebarluaskan bahwa mereka sudah berhubung4n tidak layak, lewat sarana jejaring sosial Fb. Hingga pada akhirnya, Bambang membnuh Ratna.

Dulu Bambang membenamkan wajah Ratna ke tanah. Sesudah menonton Ratna terkapar lemas di tanah, Bambang seterusnya menjerat leher Ratna dgn kerudung yg dikenakan mahasiswi itu. Bambang setelah itu membungkus Ratna ke dalam karung & membuangnya di pinggiran Sungai Cisadane.

Ringkasnya, Ratna meninggal sesudah melakukan z1n4 dengan pasangan haramnya. Padahal ancaman siksa atas pelaku z1n4 benar benar berat. Bahkan, seandainya tegak hukum Islam si pez1n4 yg belum sempat menikah dicambuk di depan umum jumlahnya 100 kali, lalu diasingkan selama satu th.

Di alam kubur, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah mengabarkan siksa ngeri bagi tersangka z1n4 dalam mimpinya. Yaitu, pez1n4 pria & wanita dalam kondisi telanjang ditaruh pada sebuah tungku api yg sangat gede, bagian bawahnya amat luas sementara bagian atasnya lebih sempit. Di bawah tungku tersebut dinyalakan api yg menyala-nyala. Terdengar dari dalamnya kegaduhan & suara teriakan yg mengerikan. Apabila api itu menyala sehingga terangkatlah mereka sehingga hamper-hampir terlempar keluar. Mereka menjerit sejadi-jadinya. Tetapi jika apinya mengecil maka mereka kembali turun. & siksa tersebut bakal berulang-ulang mereka rasakan sehingga terjadinya kiamat.(HR. Al-Bukhari dari Samurah Badan Intelijen Negara Jundub)

& sesudah terjadinya kiamat, siksa yg lebih berat & keras sudah menanti mereka.

Kerasnya ancaman hukuman bagi pez1n4 tidak lepas dari beratnya perbuatan z1n4 dalam pandangan Islam. Bahkan sebahagian hadits mengindikasikan hilangnya iman dari diri pez1n4ketika beliau berz1n4.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

لَا يَزْنِي الزَّانِي حِينَ يَزْنِي وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَسْرِقُ حِينَ يَسْرِقُ وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَشْرَبُ الْخَمْرَ حِينَ يَشْرَبُهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ

“Seorang pez1n4 yg akan berz1n4 tak akan menjadi berz1n4ketika dalam kondisi beriman. Seorang pencuri yg bakal melakukan pencurian tidak dapat menjadi melakukan pencurian disaat dalam keadaan beriman. Seseorang peminum khamar yg bakal meminum khamar tidak ingin menjadi meminumnya diwaktu dia dalam keadaan beriman.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Daud, At-Tirmidzi & Ibnu Majah. Lafadz milik Muslim)

Imam Nawawi Rahimahullah berbicara, “Para ulama berlainan opini berkaitan hadits diatas. Tetapi makna yg benar yakni aksi maksiat di atas tak dapat dilakukan, seandainya orang itu mempunyai keimanan yg sempurna. Pengertian ini diambil dari lafadz-lafadz yg disampaikan utk penafian sesuatu & yg dimaksudkan ialah penafian sebagaimana adanya.”

Dalam Shahih Bukhari, sesudah dirinya meriwayatkan hadis ini, Ikrimah berbicara, “Saya bertanya terhadap Ibnu Abbas, ‘Bagaimana tercabutnya keimanan dari orang itu?”

Ibnu Abbas menjawab, “Seperti ini.” Ibnu Abbas menjalin jari-jarinya & melepaskankan jalinan jari-jarinya. Ibnu Abbas kembali menuturkan, “Jika ia bertaubat, sehingga jari-jari ini bakal kembali terjalin." Demikianlah, Ibnu Abbas kembali memperlihatkan jari-jarinya yg terjalin.

Dalam hadits yang lain, Beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, “Jika seseorang hamba berz1n4 maka iman dapat ke luar darinya, sehingga ia seperti payung yg berada di atas kepalanya. Jikalau beliau meninggalkan tindakan z1n4 itu, maka keimanan itu bakal kembali pada ia.” (HR. At Tirmizi DanAbu Dawud)

Karenanya, bagi saudaraku muslimin & muslimat jangan sampai dekati aksi z1n4. Sesungguhnya Allah amat sangat murka pada tindakan tersebut, memperingatkan dari segala sesuatu yg menghantarkan kepadanya, & meneror bersama kehinaan di dunia & siksa yg pedih di akhirat.

Mudah-mudahan Allah menguatkan kita senantiasa & menjauhkan dari segala karena keburukan iman. Aamin ya Robbal alamin.

Wallahu A’lam.


Sumber : www.lampuislam.org

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : INILAH KISAH SEORANG MAHASISWI YANG MANINGGAL SESUDAH BERZ1N4

0 comments:

Post a Comment