Assalamu'alaikum warahmatullah wabaratuh, salam sejahtara para muslim dan muslimah, pada kesampatan itu saya menulis kembali dari sumber-sumber yang ada tentang apa benar umur islam itu sampai 1500 saja, mari kita simak penjelasan, semoga bermanfaat
Buku yg pernah menghebohkan dunia Islam itu judul aslinya yaitu
هرمجدون آخر بيان يا أمة الإسلام
Ditulis oleh seseorang yg bernama Amin Muhammad Jamaluddin. Dalam edisi terjemahan bahasa Indonesia berjudul Huru-hara Akhir Era.
Berkomentar Tentang buku yg menghebohkan ini, Al-Ustadz Hamid Badan Intelijen Negara Abdillah Al-‘Ali mengemukakan bahwa dirinya masihlah menghargai niat & bisnis penulisnya buat mengingatkan umat Islam dapat datangnya hri kiamat. & dirinya pula berpesan biar para pembaca buku ini tak mudah bersu’uzhan pada penulisnya.
Tapi dia pula mengingatkan terhadap penulis buku ini supaya tak memakai rujukan yg tak ada sumber hadits yg kuat & menghindari hadits palsu.
Benar-benar seandainya kita baca buku itu, di sana dinyatakan dgn tentu Imam Mahdi dapat muncul sebelum masuk thn 1430 Hijriyah, atau kurang lebih th setahun lagi dari saat ini. Serta disebutkan bahwa umur umat Islam ialah 1500 thn.
Maka seandainya dihitung dari sejak diutusnya nabi Muhammad SAW kepada th 13 th sebelum hijrah sampai th ini, 1428 H, berarti umur umat Islam tinggal 1500 (1428+13) = 1500 – 1441 = 59 th lagi.
Titik Pangkal Masalah
Yg menjadi masalah paling mendasar yakni darimana datangnya angka th 1430 hijriyah juga sebagai thn kemunculan Al-Imam Mahdi? & darimana angka 1500 thn juga sebagai umur umat Islam?
Menurut buku itu, angka tahun-tahun ini didapat dari hadits nabi Muhammad SAW. & diyakini oleh penulisnya yang merupakan hadits yg shahih & sanggup di terima.
Terkecuali hadits berkaitan periode terjadinya kiamat, di dalam buku itu pun ada hadits lain seperti berikut ini :
Nu’aim Badan Intelijen Negara Hammad meriwayatkan bersama sanadnya bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Pada bln Ramadhan kelihatan tanda-tanda di langit, seperti tiang yg bersinar, kepada bln Syawwal berlangsung malapetaka, kepada bln Dzulqa’idah berlangsung kemusnahan, kepada bln Dzulhijjah para jamaah haji dirampok, & kepada Muharram, tahukah apakah Muharram itu?"
Baginda RASULLULLAH SALALLAHU ALAIHIM WASALAM bersabda :
"Akan ada nada dahsyat di bln Ramadhan, huru-hara di bln Syawal, konflik antara suku kepada bln Dzulqa’idah, & terhadap thn itu para jamaah haji dirampok & berlangsung pembantaian gede di Mina di mana ramai orang terbunuh & darah mengalir di sana, sedangkan kepada kala itu mereka berada di Jumrah Aqabah."
Baginda RASULLULLAH SALALLAHU ALAIHIM WASALAM bersabda :
"Bila sudah muncul nada di bln Ramadhan, sehingga bakal berlangsung huru-hara di bln Syawwal…." Kami tanya, "Suara apakah, ya Rasulullah?" Ia menjawab, "Suara keras di pertengahan bln Ramadhan, terhadap tengah malam Juma’at, bakal muncul nada keras yg membangunkan orang tidur, menjadikan orang yg berdiri jatuh terduduk, para perawan ke luar dari pingitannya, terhadap tengah malam Jum’at di thn terjadinya tidak sedikit gempa.
Jikalau kalian sudah melakukan shalat Subuh kepada hri Juma’at, masuklah kalian ke dalam hunian kalian, tutuplah pintu-pintunya, sumbatlah lubang-lubangnya, & selimutilah diri kalian, sumbatlah telinga kalian. Apabila kalian merasakan adanya nada menggelegar, sehingga bersujudlah kalian terhadap Allah & ucapkanlah, "Mahasuci Al-Quddus, Mahasuci Al-Quddus, Rabb kami Al-Quddus!", kerana barangsiapa lakukan hal tersebut dapat selamat, tapi barangsiapa yg tak melaksanakan perihal itu dapat binasa."
Benarkah Hadits itu Hadits Shahih?
Seluruhnya yg diceritakan dalam tema buku Ini ialah permasalahan ghaib, sehingga yg mempunyai wewenang menyampaikan itu cuma nabi Muhammad SAW saja. Menjadi apabila benar-benar ada hadits yg hingga ke derajat shahih, bolehlah kita jadikan pegangan.
Tetapi masalah terbesarnya, nyata-nyatanya apa yg diklaim yang merupakan hadits shahiholeh penulis buku itu, justru ditentang oleh para ahli hadits. Para ahli hadits bahkan hingga menyampaikan bahwa hadits-hadits yg dipakai dalam kitab itu merupakan hadits palsu & batil. 100% tak sanggup dijadikan basic dalam urusan agama.
Lebih-lebih masalah huru-hara menjelang hri kiamat termasuk juga masalah aqidah. Sehingga haram hukumnya memanfaatkan riwayat itu yang merupakan basic rujukan.
Apa yg diklaim juga sebagai hadits sebenarnya sama sekali tak patut dikatakan sbg sabda nabi Muhammad SAW. & buat itu telah ada ancaman dari dirinya sendiri mengenai orang yg menyampaikan bahwa sebuah lafadz itu yakni perkataan dirinya, padahal dirinya sendiri tak sempat mengatakannya.
Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yg berdusta berkenaan saya dengan cara sengaja, sehingga hendaklah dirinya menyiapkan lokasi duduknya di neraka".(HR Muttafaqun ‘alaihi).
Kelemahan Hadits Terhadap Buku Tersebut
1. Kelemahan Mula-mula : Tak Membaca Makhthuthat
Kelemahan paling mendasar bahwa Amin Muhammad Jamaluddin walaupun tidak sedikit memanfaatkan hadits dari kitab Shahih Bukhari & Shahih Muslim, tetapi kepada bagian-bagian yg mutlak & amat sangat musykil seperti rumus th turunnya Imam Al-Mahdi, dia memakai hadits-hadits yg tak terang asal usulnya.
Di antara rujukan hadits yg bermasalah di kitab ini yaitu klaim bahwa dia menemukan makhthutah (naksah tulisan tangan) di suatu perpustakaan di Istambul.
Sesudah diteliti lebih jauh, nyatanya Amin Muhammad Jamaluddin sbg penulis tak membaca serta-merta naskah tulisan tangan itu. Namun bersumber dari seorang yg mengaku sempat menemukan makhthuthat itu di satu buah perpustakaan di Istanbul.
Menjadi bahkan Amin Jamaluddin sendiri tak sempat menonton serentak naskah itu dalam kondisi aslinya. Semata-mata berita dari seorang yg mengaku sempat melihatnya.
Dari sini saja kepada dasarnya kaidah ilmiyah penulisan kitab ini telah amat bermasalah. Harusnya penulis buku ini mencantumkan kopi dari makhthuthah ini dalam kitabnya. & dapat jadi satu cabang ilmu yg dikenal dgn nama Filologi.
2. Kelemahan Ke-2 : Makhthuthah Bermasalah
Menurut Ustaz Hatim Al-Auniy, anggota Hai’ah Tadris di Universtias Ummul Qura Makkah, makhthuthat yg diklaim yang merupakan berisi hadits shahih itu nyatanya tidaklebihdari kumpulan hadits-hadits palsu nukilan dari Kitabul Fitan karya Nu’aim ibnu Hammad.
Padahal tidak sedikit dari para ulama sejak dulu sudah berikan peringatan berkaitan masalah periwayatan yg ada di dalam kitab Al-Fitan.
Al-Imam Ahmad mengemukakan ada tiga kitab yg tak miliki basic, di antaranya merupakan Kitabul Fitan karya Nu’aim Badan Intelijen Negara Hammad ini.
Sedangkan Adz-Dzahabi berkomentar tentang berkaitan Nu’aim penulis makhthuthat ini sbg orang yg jiwa manusia tak mantap dgn riwayatnya. Senada bersama itu, Yahya Badan Intelijen Negara Mu’in mengemukakan bahwa Nu’aim ini meriwayatkan dari beberapa orang yg tak tsiqah (perhatikan Siyar A’lam An-Nubala’ jilid 10 halaman 597-600).
Menjadi anggaplah contohnya makhthuthat itu memang lah memang lah ada di perpustakaan Istanbul sana, & benar-benar memang lah ditulis oleh Nu’aim Badan Intelijen Negara Hammad, masih saja pengambilan basic hadits itu bermasalah terhadap perawinya, adalah Nu’aim Badan Intelijen Negara Hammad.
3. Kelemahan Ke-3 : Tadlis (Penipuan Nama Bukhari)
Para ahli hadits miliki satu buah istilah yg dinamakan dgn tadlis. Makna mudahnya yakni penipuan. Di dalam buku ini Amin Jamaluddin memakai metode tadlis atau penipuan atas nama Al-Bukhari.
Hadits yg diperlukan penulis buku ini tidak jarang diklaim sbg hadits Bukhari, padahal bukan. Hadits itu sebenarnya terdapat dalam kitab tulisan gurunya Al-Bukhari yg bernama Nu’aim ibnu Hammad.
Benar bahwa Nu’aim ini guru Al-Bukhari, tapi para ulama hadits tidak sedikit yg mengemukakan bahwa Nu’aim ini ialah perawi yg bermasalah. & Al-Bukhari tak sempat memanfaatkan sanad dari Nu’aim kecuali jikalau ada riwayat dari trayek yg lain menguatkan jurusan Nu’aim.
Satu elemen yg dilupakan yakni bahwa tak mentang-mentang satu orang jadi guru imam Al-Bukhari, lantas seluruh riwayat atau kitab hadits karyanya boleh dianggap shahih. Bahkan tak seluruh hadits yg diriwayatkan oleh Al-Bukhari sendiri mampu dijamin keshahihannya. Lantaran yg dikatakan hadits shahih yaitu yg dia masukkan ke dalam kitab shahihnya. Sedangkan kitab lain yg pula ditulis oleh dia, belum pasti shahih.
Buat sekedar didapati, Al-Bukhari terkecuali menyusun Kitab Ash-Shahih pun sempat posting sekian banyak kitab yang lain seperti Al-Adabul Mufrad, Raf’ul Yadain fish Shalah, Al-Qira’ah khalfal Iman, Birrul Walidain, At-Tarikh Ash-Shagir, Khalqu Af’aalil ‘Ibaad, Adl-Dlu’afa (hadits-hadits lemah), Al-Jaami’ Al-Kabir, Al-Musnad Al-Kabir, At-Tafsir Al-Kabir, Kitabul Asyribah, Kitabul Hibab, & kitab Asaami Ash-Shahabah. Namun yg memang dia jamin keshahihannya hanyalah kitab As-Shahih saja.
Sebenarnya kita masihlah mampu membela Nu’aim ibnu Hammad yang merupakan guru Al-Bukhari. Lantaran dia pun tak sempat menyampaikan hadits dalam kitab Al-Fitan itu juga sebagai hadits shahih, sebab itu dirinya menuliskan hadits itu kumplit sanadnya, yg dapat jadi bahan utk para peneliti hadits utk mengerjakan tugasnya. & dunia Islam benar-benar mengenal Kitab Al-Fitan ini ialah kitab yg berisi hadits-hadits batil & israiliyyat (dongeng bangsa Israil).
Sangat Disayangkan, Amin Jamaluddin menukil hadits hadits dalam kitab Al-Fitan itu demikian saja tidak dengan menyatakan bahwa isnad hadits ini belum selesai dikerjakan & ia sama sekali tak mencantumkan list perawinya. Maka terkesan pembaca digiring utk menyampaikan seakan-akan hadits-hadits itu shahih dgn menyatakan bahwa Nu’aim ialah guru imam Bukhari.
Utk mereka yg terlampaui bersemangat namun awam dgn ilmu naqd (kritik) hadits, gampang sekali yakin bahwa hadits-hadits itu juga sebagai hadits shahih.
4. Kelemahan Keempat : Dongeng Nostradamus
Salah satu kelemahan fatal buku ini yaitu turut dicantumkannya pula dongeng-dongeng canggih, semisal ramalan Nostradamus yg berkebangsaan Perancis, buat menguatkan teori penulis buku.
Sejak kapan umat Islam berdalil dgn ramalan orang kafir, meskipun serta ramalan itu dengan cara kebetulan benar-benar berlangsung. Karena ramalan itu hukumnya haram, sebab satu bukti ditambah dgn 100 kebohongan.
Salah satu ramalan batil yg disebut-sebut amat sangat populer yakni sejarah 11 Sptember 2001 di Newyork. Salah satu petikan di buku itu juga sebagai berikut :
"Di sebuah th di abad yg baru & sembilan bln, dari langit bakal datang Raja Teror.Langit bakal terbakar kepada empat puluh lima derajat. Api bakal turun di kota baru yg agung itu di kota York."
& ada banyak lagi kejanggalan-kejanggalan buku ini, maka para ulama hingga mengharamkan umat Islam merujuk buku ini dalam mendalami falsafah Islam. Dikarenakan tidak hanya bercampurnya hadits shahih & palsu, serta tidak sedikit berisi dongeng yg dihubung-hubungkan.
Wajar jikalau ada pihak yg menyampaikan maksud buku ini diterbitkan tak lain sekedar cari sensasi belaka. & argumen paling logis utk itu sekedar meraup duit saja.
Cita-cita pada umat Islam, setidaknya sebelum berkata hal-hal yg berbau masalah hri kiamat sebagai khabar ghaibi, syarat mutlaknya yakni menentukan cuma memanfaatkan hadits yg shahih dalam arti yg sebenarnya. Pastikan hadits benar-benar sudah disepakati keshahihannya oleh para ulama hadits.
diluar itu kitab sharah hadits itu wajib dibaca, semacam Fathul Bari oleh Al-‘Allamah Ibnu Hajar Al-‘Asqalani, kitab penjelasan utk Shahih Bukhari, atau Syarah Shahih Muslim oleh Imam An-Nawawi buat penjelasan Kitab Shahih Muslim.
Supaya janganlah maksud mulia kita tercemar bersama kejahilan ilmu hadits kita, maka bukannya menyebarkan ilmu namun malah jadi agen khurafat. Wal ‘Iyadzhu billahi.
Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc
Jangan Sampai lupa dibagikan di bawah ya, supaya lebih berguna.
Tapi dia pula mengingatkan terhadap penulis buku ini supaya tak memakai rujukan yg tak ada sumber hadits yg kuat & menghindari hadits palsu.
Benar-benar seandainya kita baca buku itu, di sana dinyatakan dgn tentu Imam Mahdi dapat muncul sebelum masuk thn 1430 Hijriyah, atau kurang lebih th setahun lagi dari saat ini. Serta disebutkan bahwa umur umat Islam ialah 1500 thn.
Maka seandainya dihitung dari sejak diutusnya nabi Muhammad SAW kepada th 13 th sebelum hijrah sampai th ini, 1428 H, berarti umur umat Islam tinggal 1500 (1428+13) = 1500 – 1441 = 59 th lagi.
Titik Pangkal Masalah
Yg menjadi masalah paling mendasar yakni darimana datangnya angka th 1430 hijriyah juga sebagai thn kemunculan Al-Imam Mahdi? & darimana angka 1500 thn juga sebagai umur umat Islam?
Menurut buku itu, angka tahun-tahun ini didapat dari hadits nabi Muhammad SAW. & diyakini oleh penulisnya yang merupakan hadits yg shahih & sanggup di terima.
Terkecuali hadits berkaitan periode terjadinya kiamat, di dalam buku itu pun ada hadits lain seperti berikut ini :
Nu’aim Badan Intelijen Negara Hammad meriwayatkan bersama sanadnya bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Pada bln Ramadhan kelihatan tanda-tanda di langit, seperti tiang yg bersinar, kepada bln Syawwal berlangsung malapetaka, kepada bln Dzulqa’idah berlangsung kemusnahan, kepada bln Dzulhijjah para jamaah haji dirampok, & kepada Muharram, tahukah apakah Muharram itu?"
Baginda RASULLULLAH SALALLAHU ALAIHIM WASALAM bersabda :
"Akan ada nada dahsyat di bln Ramadhan, huru-hara di bln Syawal, konflik antara suku kepada bln Dzulqa’idah, & terhadap thn itu para jamaah haji dirampok & berlangsung pembantaian gede di Mina di mana ramai orang terbunuh & darah mengalir di sana, sedangkan kepada kala itu mereka berada di Jumrah Aqabah."
Baginda RASULLULLAH SALALLAHU ALAIHIM WASALAM bersabda :
"Bila sudah muncul nada di bln Ramadhan, sehingga bakal berlangsung huru-hara di bln Syawwal…." Kami tanya, "Suara apakah, ya Rasulullah?" Ia menjawab, "Suara keras di pertengahan bln Ramadhan, terhadap tengah malam Juma’at, bakal muncul nada keras yg membangunkan orang tidur, menjadikan orang yg berdiri jatuh terduduk, para perawan ke luar dari pingitannya, terhadap tengah malam Jum’at di thn terjadinya tidak sedikit gempa.
Jikalau kalian sudah melakukan shalat Subuh kepada hri Juma’at, masuklah kalian ke dalam hunian kalian, tutuplah pintu-pintunya, sumbatlah lubang-lubangnya, & selimutilah diri kalian, sumbatlah telinga kalian. Apabila kalian merasakan adanya nada menggelegar, sehingga bersujudlah kalian terhadap Allah & ucapkanlah, "Mahasuci Al-Quddus, Mahasuci Al-Quddus, Rabb kami Al-Quddus!", kerana barangsiapa lakukan hal tersebut dapat selamat, tapi barangsiapa yg tak melaksanakan perihal itu dapat binasa."
Benarkah Hadits itu Hadits Shahih?
Seluruhnya yg diceritakan dalam tema buku Ini ialah permasalahan ghaib, sehingga yg mempunyai wewenang menyampaikan itu cuma nabi Muhammad SAW saja. Menjadi apabila benar-benar ada hadits yg hingga ke derajat shahih, bolehlah kita jadikan pegangan.
Tetapi masalah terbesarnya, nyata-nyatanya apa yg diklaim yang merupakan hadits shahiholeh penulis buku itu, justru ditentang oleh para ahli hadits. Para ahli hadits bahkan hingga menyampaikan bahwa hadits-hadits yg dipakai dalam kitab itu merupakan hadits palsu & batil. 100% tak sanggup dijadikan basic dalam urusan agama.
Lebih-lebih masalah huru-hara menjelang hri kiamat termasuk juga masalah aqidah. Sehingga haram hukumnya memanfaatkan riwayat itu yang merupakan basic rujukan.
Apa yg diklaim juga sebagai hadits sebenarnya sama sekali tak patut dikatakan sbg sabda nabi Muhammad SAW. & buat itu telah ada ancaman dari dirinya sendiri mengenai orang yg menyampaikan bahwa sebuah lafadz itu yakni perkataan dirinya, padahal dirinya sendiri tak sempat mengatakannya.
Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yg berdusta berkenaan saya dengan cara sengaja, sehingga hendaklah dirinya menyiapkan lokasi duduknya di neraka".(HR Muttafaqun ‘alaihi).
Kelemahan Hadits Terhadap Buku Tersebut
1. Kelemahan Mula-mula : Tak Membaca Makhthuthat
Kelemahan paling mendasar bahwa Amin Muhammad Jamaluddin walaupun tidak sedikit memanfaatkan hadits dari kitab Shahih Bukhari & Shahih Muslim, tetapi kepada bagian-bagian yg mutlak & amat sangat musykil seperti rumus th turunnya Imam Al-Mahdi, dia memakai hadits-hadits yg tak terang asal usulnya.
Di antara rujukan hadits yg bermasalah di kitab ini yaitu klaim bahwa dia menemukan makhthutah (naksah tulisan tangan) di suatu perpustakaan di Istambul.
Sesudah diteliti lebih jauh, nyatanya Amin Muhammad Jamaluddin sbg penulis tak membaca serta-merta naskah tulisan tangan itu. Namun bersumber dari seorang yg mengaku sempat menemukan makhthuthat itu di satu buah perpustakaan di Istanbul.
Menjadi bahkan Amin Jamaluddin sendiri tak sempat menonton serentak naskah itu dalam kondisi aslinya. Semata-mata berita dari seorang yg mengaku sempat melihatnya.
Dari sini saja kepada dasarnya kaidah ilmiyah penulisan kitab ini telah amat bermasalah. Harusnya penulis buku ini mencantumkan kopi dari makhthuthah ini dalam kitabnya. & dapat jadi satu cabang ilmu yg dikenal dgn nama Filologi.
2. Kelemahan Ke-2 : Makhthuthah Bermasalah
Menurut Ustaz Hatim Al-Auniy, anggota Hai’ah Tadris di Universtias Ummul Qura Makkah, makhthuthat yg diklaim yang merupakan berisi hadits shahih itu nyatanya tidaklebihdari kumpulan hadits-hadits palsu nukilan dari Kitabul Fitan karya Nu’aim ibnu Hammad.
Padahal tidak sedikit dari para ulama sejak dulu sudah berikan peringatan berkaitan masalah periwayatan yg ada di dalam kitab Al-Fitan.
Al-Imam Ahmad mengemukakan ada tiga kitab yg tak miliki basic, di antaranya merupakan Kitabul Fitan karya Nu’aim Badan Intelijen Negara Hammad ini.
Sedangkan Adz-Dzahabi berkomentar tentang berkaitan Nu’aim penulis makhthuthat ini sbg orang yg jiwa manusia tak mantap dgn riwayatnya. Senada bersama itu, Yahya Badan Intelijen Negara Mu’in mengemukakan bahwa Nu’aim ini meriwayatkan dari beberapa orang yg tak tsiqah (perhatikan Siyar A’lam An-Nubala’ jilid 10 halaman 597-600).
Menjadi anggaplah contohnya makhthuthat itu memang lah memang lah ada di perpustakaan Istanbul sana, & benar-benar memang lah ditulis oleh Nu’aim Badan Intelijen Negara Hammad, masih saja pengambilan basic hadits itu bermasalah terhadap perawinya, adalah Nu’aim Badan Intelijen Negara Hammad.
3. Kelemahan Ke-3 : Tadlis (Penipuan Nama Bukhari)
Para ahli hadits miliki satu buah istilah yg dinamakan dgn tadlis. Makna mudahnya yakni penipuan. Di dalam buku ini Amin Jamaluddin memakai metode tadlis atau penipuan atas nama Al-Bukhari.
Hadits yg diperlukan penulis buku ini tidak jarang diklaim sbg hadits Bukhari, padahal bukan. Hadits itu sebenarnya terdapat dalam kitab tulisan gurunya Al-Bukhari yg bernama Nu’aim ibnu Hammad.
Benar bahwa Nu’aim ini guru Al-Bukhari, tapi para ulama hadits tidak sedikit yg mengemukakan bahwa Nu’aim ini ialah perawi yg bermasalah. & Al-Bukhari tak sempat memanfaatkan sanad dari Nu’aim kecuali jikalau ada riwayat dari trayek yg lain menguatkan jurusan Nu’aim.
Satu elemen yg dilupakan yakni bahwa tak mentang-mentang satu orang jadi guru imam Al-Bukhari, lantas seluruh riwayat atau kitab hadits karyanya boleh dianggap shahih. Bahkan tak seluruh hadits yg diriwayatkan oleh Al-Bukhari sendiri mampu dijamin keshahihannya. Lantaran yg dikatakan hadits shahih yaitu yg dia masukkan ke dalam kitab shahihnya. Sedangkan kitab lain yg pula ditulis oleh dia, belum pasti shahih.
Buat sekedar didapati, Al-Bukhari terkecuali menyusun Kitab Ash-Shahih pun sempat posting sekian banyak kitab yang lain seperti Al-Adabul Mufrad, Raf’ul Yadain fish Shalah, Al-Qira’ah khalfal Iman, Birrul Walidain, At-Tarikh Ash-Shagir, Khalqu Af’aalil ‘Ibaad, Adl-Dlu’afa (hadits-hadits lemah), Al-Jaami’ Al-Kabir, Al-Musnad Al-Kabir, At-Tafsir Al-Kabir, Kitabul Asyribah, Kitabul Hibab, & kitab Asaami Ash-Shahabah. Namun yg memang dia jamin keshahihannya hanyalah kitab As-Shahih saja.
Sebenarnya kita masihlah mampu membela Nu’aim ibnu Hammad yang merupakan guru Al-Bukhari. Lantaran dia pun tak sempat menyampaikan hadits dalam kitab Al-Fitan itu juga sebagai hadits shahih, sebab itu dirinya menuliskan hadits itu kumplit sanadnya, yg dapat jadi bahan utk para peneliti hadits utk mengerjakan tugasnya. & dunia Islam benar-benar mengenal Kitab Al-Fitan ini ialah kitab yg berisi hadits-hadits batil & israiliyyat (dongeng bangsa Israil).
Sangat Disayangkan, Amin Jamaluddin menukil hadits hadits dalam kitab Al-Fitan itu demikian saja tidak dengan menyatakan bahwa isnad hadits ini belum selesai dikerjakan & ia sama sekali tak mencantumkan list perawinya. Maka terkesan pembaca digiring utk menyampaikan seakan-akan hadits-hadits itu shahih dgn menyatakan bahwa Nu’aim ialah guru imam Bukhari.
Utk mereka yg terlampaui bersemangat namun awam dgn ilmu naqd (kritik) hadits, gampang sekali yakin bahwa hadits-hadits itu juga sebagai hadits shahih.
4. Kelemahan Keempat : Dongeng Nostradamus
Salah satu kelemahan fatal buku ini yaitu turut dicantumkannya pula dongeng-dongeng canggih, semisal ramalan Nostradamus yg berkebangsaan Perancis, buat menguatkan teori penulis buku.
Sejak kapan umat Islam berdalil dgn ramalan orang kafir, meskipun serta ramalan itu dengan cara kebetulan benar-benar berlangsung. Karena ramalan itu hukumnya haram, sebab satu bukti ditambah dgn 100 kebohongan.
Salah satu ramalan batil yg disebut-sebut amat sangat populer yakni sejarah 11 Sptember 2001 di Newyork. Salah satu petikan di buku itu juga sebagai berikut :
"Di sebuah th di abad yg baru & sembilan bln, dari langit bakal datang Raja Teror.Langit bakal terbakar kepada empat puluh lima derajat. Api bakal turun di kota baru yg agung itu di kota York."
& ada banyak lagi kejanggalan-kejanggalan buku ini, maka para ulama hingga mengharamkan umat Islam merujuk buku ini dalam mendalami falsafah Islam. Dikarenakan tidak hanya bercampurnya hadits shahih & palsu, serta tidak sedikit berisi dongeng yg dihubung-hubungkan.
Wajar jikalau ada pihak yg menyampaikan maksud buku ini diterbitkan tak lain sekedar cari sensasi belaka. & argumen paling logis utk itu sekedar meraup duit saja.
Cita-cita pada umat Islam, setidaknya sebelum berkata hal-hal yg berbau masalah hri kiamat sebagai khabar ghaibi, syarat mutlaknya yakni menentukan cuma memanfaatkan hadits yg shahih dalam arti yg sebenarnya. Pastikan hadits benar-benar sudah disepakati keshahihannya oleh para ulama hadits.
diluar itu kitab sharah hadits itu wajib dibaca, semacam Fathul Bari oleh Al-‘Allamah Ibnu Hajar Al-‘Asqalani, kitab penjelasan utk Shahih Bukhari, atau Syarah Shahih Muslim oleh Imam An-Nawawi buat penjelasan Kitab Shahih Muslim.
Supaya janganlah maksud mulia kita tercemar bersama kejahilan ilmu hadits kita, maka bukannya menyebarkan ilmu namun malah jadi agen khurafat. Wal ‘Iyadzhu billahi.
Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc
Jangan Sampai lupa dibagikan di bawah ya, supaya lebih berguna.
Sumber : goldenmuslim.com

0 comments:
Post a Comment